<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Resensi Buku</title>
	<atom:link href="http://irfanbook.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irfanbook.wordpress.com</link>
	<description>Cuma Ngeresensi Kalau Beli Buku Baru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2009 04:07:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irfanbook.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Resensi Buku</title>
		<link>http://irfanbook.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irfanbook.wordpress.com/osd.xml" title="Resensi Buku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irfanbook.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rahasia Kaum Falasha</title>
		<link>http://irfanbook.wordpress.com/2009/10/06/rahasia-kaum-falasha/</link>
		<comments>http://irfanbook.wordpress.com/2009/10/06/rahasia-kaum-falasha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 04:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanbook.wordpress.com/2009/10/06/rahasia-kaum-falasha/</guid>
		<description><![CDATA[Rahasia Kaum Falasha Judul buku      : Rahasia Kaum Falasha Penulis             : Mahardhika Zifana Penerbit           : Edelweiss &#38; Mizan Cetakan           : Pertama, Januari 2009 Tebal buku      : 424 Hlm Saya sebenarnya bukan pembaca novel, ga banyak novel yang saya baca. kebanyakan buku yang saya baca nonfiksi, lebih sempit lagi buku agama. sengaja beli novel ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=15&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rahasia Kaum Falasha</strong></p>
<p>Judul buku      : Rahasia Kaum Falasha</p>
<p>Penulis             : Mahardhika Zifana</p>
<p>Penerbit           : Edelweiss &amp; Mizan</p>
<p>Cetakan           : Pertama, Januari 2009</p>
<p>Tebal buku      : 424 Hlm</p>
<p>Saya sebenarnya bukan pembaca novel, ga banyak novel yang saya baca. kebanyakan buku yang saya baca nonfiksi, lebih sempit lagi buku agama. sengaja beli novel ini karena penulisnya saudara saya. Dari pengalaman saya membaca novel tidak banyak yang saya kategorikan bagus. Mungkin imajinasi saya tidak begitu tinggi. Bahkan mungkin imajinasi saya kalah oleh film. Karena itu saya lebih banyak nonton film daripada baca novel.</p>
<p>Bicara tentang film rencananya novel ini akan menjadi film kolosal pertama dalam sejarah indonesia, setidaknya begitu yang tertulis di cover novelnya. Ketika pameran buku kemarin di Landmark, menurut penulisnya memang bakal dibikin jadi film walaupun sebenarnya di novel pertama ini tidak tergambar akan kolosal (banyak pemain). Mungkin kolosalnya baru ada di novel-novel berikutnya. Kata penulis rencananya Juni ini jilid keduanya keluar. Judulnya <strong>Pelangi di Puncak Ararat</strong>. Jilid ketiga judulnya <strong>The Seven Sleepers</strong>. Semuanya ada tiga jilid.</p>
<p>Yang menarik salah satu tokohnya, Esa, adalah seorang alumni sekaligus dosen UPI. Alumni UPI lainnya yaitu Nisa yang sempat menghilang tiga tahun setelah lulus. Karena dua tokoh tersebut sebagian latarnya terjadi di Bandung. Kemungkinan besar karena penulisnya memang alumni UPI Sastra Inggris. Latar berikutnya di Australia. Di australia kita bertemu dengan Syaikh Rasyid, istri dan murid-muridnya. Tampil sebagai penjahatnya Knight of Zion. Sedikit spoiler mereka pun dibantu oleh knight of zion yang berkhianat bernama Yitro seorang Beta Israel. Yitro dibantu oleh Rachel, perempuan sopir pesawat terbang sekaligus mekaniknya. Dan latar terakhir baru ada di Ethopia.</p>
<p>Ceritanya tentang perburuan harta karun warisan nabi Sulaiman atau raja Salomo. Dimulai dengan kematian Heri sahabat Esa. Esa akhirnya pergi ke Australia untuk mewakili Heri menerima penghargaan dari universitas Monash. Sebenarnya sampai di tengah cerita mereka masih kebingungan apa yang sebenarnya terjadi. Baru setelah Yitro bergabung dengan mereka, jelaslah apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mereka harus menyelesaikan masalah tersebut. Mereka harus mengambil harta karunnya lebih dahulu. Subjektif pribadi saya, bagian menariknya ada di setengah terakhir novel.</p>
<p>Secara umum, novel ini cukup menarik dan yang paling utama sangat mengalir. Kalau saya tidak banyak halangan, novel ini paling lama cukup diselesaikan tiga malam saja. Karena sibuk novel ini dengan setia menemani saya ketika sedang berada di bis. Setidaknya 10 chapter bisa habis selama setengah jam di bis. Ibu saya menyelesaikan ke 62 chapternya dalam waktu dua malam saja. Hal menarik lainnya adalah pada bagian pemecahan teka-teki yang menggunakan al Qur&#8217;an. Di sini keahlian Esa sebagai filolog muslim ditampilkan. Di sela-sela cerita ada bumbu-bumbu romantis yang bikin saya geli sebagai seorang bujangan.</p>
<p>Sayangnya karakterisasi tokoh disini kurang kuat. Esa yang dalam judul disebut filolog kurang kuat digambarkan karakter filolognya. Bahkan pengetahuannya tentang filologi tampaknya tidak begitu jauh dengan Ummi Alifa, istri Syaikh Rasyid yang kebetulan senang baca hal seperti itu. Karakternya pun pesimistis dan seperti orang yang kebingungan. Contoh lain misalnya Yitro yang diceritakan seorang yang terlatih sebagai Knight of Zion, tapi di akhir cerita malah esa yang merelakan dirinya untuk meledakkan dinamit untuk membunuh musuh-musuhnya. Kurang tegasnya masing-masing karakter cukup membingungkan ketika dibaca sebab semua tokoh protagonisnya hampir selalu bersama sama.</p>
<p>Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, kehadiran jilid-jilid setelahnya cukup pantas untuk dinantikan.[]</p>
<p>catatan: novel keduanya sudah terbit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanbook.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanbook.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=15&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanbook.wordpress.com/2009/10/06/rahasia-kaum-falasha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb34697cc9a2013919e6bce90ceee545?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Penantang Dunia</title>
		<link>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/12/perempuan-penantang-dunia/</link>
		<comments>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/12/perempuan-penantang-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 00:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanbook.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan Di Balik Virus Flu Burung Pengarang : Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. Jp (K) Penerbit : PT. Sulaksana Watinsa Indonesia Tahun terbit : Cetakan kedua, 2008 Tebal buku : 204 + xii  “Uhh, dasar kapitalisme tolol membodohi bangsa yang tidak tahu, bangsa yang bodoh dan terbelakang bukan berarti menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=8&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul : Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan Di Balik Virus Flu Burung</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pengarang : Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. Jp (K)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penerbit : PT. Sulaksana Watinsa Indonesia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun terbit : Cetakan kedua, 2008</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tebal buku : 204 + xii</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“<em>Uhh, dasar kapitalisme tolol membodohi bangsa yang tidak tahu, bangsa yang bodoh dan terbelakang bukan berarti menjadi sumber pendapatan bagi bangsa yang maju. Ilmu pengetahuan yang maju bukan untuk menipu bangsa yang belum maju. Ilmu pengetahuan yang maju hendaknya untuk mensejahterakan umat manusia, bukan untuk menjajah umat manusia yang tidak berdaya</em>. (hal. 117)<span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perempuan yang mendobrak suatu tradisi buruk bukan hanya Kartini. Seorang Siti Fadilah Supari pun telah melakukan hal yang sama. Bedanya dahulu Kartini mendobrak tradisi yang memarginalkan perempuan dalam bidang pendidikan sedang saat ini Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan RI, mendobrak tradisi yang sudah berlangsung lima puluh tahun di WHO yang memarginalkan negara-negara miskin dan berkembang. Siti Fadilah Supari memperjuangkan equity (kesetaraan) dan transparancy (keterbukaan) dalam kesehatan dunia. Buku ini mengisahkan perjuangan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Secara umum buku ini menceritakan dua hal. Yang pertama menceritakan konspirasi dibalik pengiriman virus flu burung ke WHO. Yang kedua tentang perjalanan diplomasi internasional Siti Fadilah Supari karena buku ini sebenarnya merupakan diarinya menceritakan perjuangan dalam melawan ketidakadilan dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ke mana sampel-sampel virus dunia yang pernah dikirimkan ke WHO? Inilah pertanyaan utama yang sangat mengkhawatirkan Siti Fadilah Supari. Perjuangan SitiFadilah Supari, seorang dokter spesialis jantung lulusan UI, ini dimulai pada saat beliau menyadari bahwa ada ketidakadilan yang dilakukan oleh negara negara kaya. Selama lima puluh tahun 110 negara di dunia harus mengirimkan virus ke WHO melalui GISN (Global Influenza Surveillance Network, Jaringan Global Pemantauan Influenza) secara sukarela. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh virus yang diterima GISN seharusnya dibuat menjadi vaksin oleh WHO. Ironisnya ternyata bukan WHO yang membuat vaksin tersebut, tetapi perusahan-perusahaan di negara kaya yang justru tidak memiliki kasus flu burung. Vaksin ini kemudian dijual ke seluruh dunia dengan harga mahal, termasuk ke negara-negara asal virus tersebut. Tentu saja, hal ini tanpa sepengetahuan mereka. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang lebih mengherankan lagi, data virus yang seharusnya hanya tersimpan di WHO, ternyata berada di Los Alamos, dan hanya bisa diakses oleh 15 orang peneliti saja. Padahal laboratorium tersebut berada dibawah Kementerian Energi Amerika Serikat. Di tempat itulah dahulu dirancang bom atom untuk meluluhlantakkan Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengetahui hal itu, Siti Fadilah protes dan meminta agar akses ke data virus tersebut dibuka. Perjuangan Siti Fadilah akhirnya berhasil. Namun konspirasi belum usai. Begitu Los Alamos ditutup, data tersebut dipindahkan ke dua tempat yaitu GISAID dan BHS (Bio Health Security), suatu lembaga penelitian senjata biologi yang berada di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat, di Pentagon.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah menyadari adanya konspirasi tersebut, semenjak 20 Desember 2006 Indonesia tidak lagi mengirimkan virus flu burung ke WHO. Dan dimulailah perjalanan diplomasi Siti Fadilah. Yang Siti Fadilah Supari minta sebenarnya tidak banyak. Pengiriman virus harus disertai dengan penandatanganan MTA (Material Transfer Agreement) agar negara pengirim virus berhak tahu ke mana saja perjalanan virus yang mereka kirimkan. Beberapa pertemuan internasional seperti HLM (High Level Meeting) dan WHA (World Health Assembly) digunakan Siti Fadilah untuk memperjuangkan cita-cita tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini cukup mudah dicerna karena ditulis dengan gaya bertutur. Sehingga, walau isinya bercerita tentang konspirasi dan diplomasi, buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan untuk meneladani perjuangan perempuan penantang dunia ini. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanbook.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanbook.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=8&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/12/perempuan-penantang-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb34697cc9a2013919e6bce90ceee545?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Autobiografi Seorang Pendidik</title>
		<link>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/autobiografi-seorang-pendidik/</link>
		<comments>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/autobiografi-seorang-pendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 22:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanbook.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku : IPDN undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani Penulis : Inu Kencana Syafiie Penerbit : Progressio (Grup Syaamil) Cetakan : Cetakan I, April 2007 Tebal buku : xxiv + 282 hal. “Jika seorang dokter rindu uang, bukan kesehatan pasien, dia berusaha agar orang banyak yang sakit. Begitu juga jika seorang penggali kuburan rindu pada uang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=6&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul buku : IPDN undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penulis : Inu Kencana Syafiie</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penerbit : Progressio (Grup Syaamil)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cetakan : Cetakan I, April 2007</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tebal buku : xxiv + 282 hal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Jika seorang dokter rindu uang, bukan kesehatan pasien, dia berusaha agar orang banyak yang sakit. Begitu juga jika seorang penggali kuburan rindu pada uang, dia mengharapkan orang banyak yang mati. Hal serupa terjadi di STPDN. Jika seorang pengasuh, seorang komite disiplin, seorang pejabat dan lain-lain posisi yang menentukan pemecatan, rindunya kepada uang, dia mengharapkan banyaknya masalah. Sebab, jika bermasalah, seorang praja bisa dipecat. Jika banyak yang bermasalah, akan banyak praja STPDN yang dipecat. Namun, jika praja bermasalah tadi dapat memberikan uang, kasusnya ditutup.”</em> (hal. 191)<span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini bukanlah sebuah buku investigasi seperti tergambar dari judulnya “IPDN UNDERCOVER”. Sebenarnya, buku ini adalah autobiografi Inu Kencana Syafiie, yang memang sedikit banyak juga menceritakan bagaimana perjuangannya dalam membongkar kasus-kasus di IPDN. Bapak beranak tiga ini mengatakan, banyak psikolog yang berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak jauh dari masa lalunya. Karena itu, kesaksian tentang IPDN, ia tuliskan bersama riwayat hidupnya. Inu, dengan menulis autobiografi ini, ingin menjelaskan bahwa tindakannya membongkar kasus IPDN bukanlah untuk mencari popularitas, sensasi atau pun jabatan. Motivasinya sederhana, hanya karena menginginkan ridha Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam buku ini Inu menceritakan seluruh perjalanan hidupnya. Berbagai peristiwa menarik dan menegangkan pernah ia lalui. Kisah-kisah menarik dimulai semenjak ia menginjakkan kakinya di Irian Jaya. Di pulau ini, Inu yang disekolahkan saudaranya di APDN, pernah ikut bersama teman-temannya ke gereja, dan karena kepalang tanggung ikut pula ke pura. Maklum, semenjak ibunya meninggal ia sempat merasa menjadi atheis. Di pulau cendrawasih ini pula, ia bertemu seorang wanita Kristen yang kemudian menjadi istrinya dan masuk Islam. Peristiwa yang paling menarik adalah saat Inu berangkat haji dengan bekal hanya sepuluh ribu rupiah saja. Ini adalah peristiwa-peristiwa, selain pembongkaran kasus IPDN, yang menunjukkan bahwa Inu memang telah menyerahkan semua rasa takutnya kepada Allah semata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kasus IPDN dalam buku ini hanya diceritakan dalam dua bagian saja. Pembongkaran kasus Cliff Muntu dituliskan sebelum bab pertama sebagai pembuka. Sedangkan pembongkaran kasus-kasus lain di IPDN, yang saat itu STPDN, ditulis pada bab ketujuh. Cukup mengagetkan setelah membaca bagian tersebut karena ternyata kasus yang terjadi di STPDN tidak hanya kasus kekerasan yang berujung pada kematian saja. Tetapi di sana juga terdapat kasus seks bebas dan narkoba. Dan yang paling memprihatinkan adalah adanya keterlibatan para pendidik yang seharusnya menjadi contoh bagi murid-muridnya. Keterlibatan itu tidak sekedar hanya membiarkan berbagai tindak kriminal terjadi, tetapi malah ikut menjadi pelaku utamanya. Dalam buku ini, Inu menceritakan bahwa ada dosen perempuan di IPDN yang menjadi pelaku seks bebas. Ada pejabat kampus yang menutup-nutupi kasus narkoba. Bahkan pernah ada kasus praja STPDN yang membawa lari istri orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah membaca utuh buku ini, peresensi menyimpulkan dua hal. Pertama, Inu memang tidak sedang mencari popularitas, jabatan, atau materi. Inu adalah seorang pegawai negeri dengan jabatan cukup tinggi, yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Namun ia memilih kesederhanaan. Bahkan sampai saat ini, Inu yang sebenarnya bisa tinggal di rumah dinas mewah, malah memilih tinggal di rumah dinas berkamar dua.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kesimpulan kedua, pria kelahiran 14 juni 1952 ini memang seorang penulis ulung. Dalam buku ini tercantum sekitar 22 judul buku yang telah ia terbitkan, berkisar dari ilmu pemerintahan, politik, hingga Al-Quran. Saking enaknya dibaca, buku yang tebalnya hampir tiga ratus halaman ini habis dibaca peresensi hanya dalam waktu sehari saja. Inu bukanlah orang yang asal-asalan menulis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini tidak hanya cocok dibaca oleh siapapun yang ingin mengetahui kasus yang terjadi IPDN. Lebih luas lagi, buku ini cocok dibaca oleh setiap pencari inspirasi. Sebab, buku ini sangat sarat dengan hikmah perjuangan Inu dalam menelusuri setiap liku kehidupannya.[]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanbook.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanbook.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=6&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/autobiografi-seorang-pendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb34697cc9a2013919e6bce90ceee545?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita dalam Islam dan Feminisme</title>
		<link>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/wanita-dalam-islam-dan-feminisme/</link>
		<comments>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/wanita-dalam-islam-dan-feminisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 22:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanbook.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Perempuan, Feminisme, dan Islam Judul asli : Islam The Choice of Thingking Women Penulis : Ismail Adam Patel Penerbit : Pustaka Thariqul Izzah Penterjemah : Abu Faiz Tahun terbit : September 2005 Tebal buku : XVIII + 157 Ada segelintir orang yang menuduh Islam sebagai agama yang menindas perempuan. Menurut mereka Islam membuat perempuan menjadi gologan kelas dua (setelah laki-laki). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=3&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Judul : Perempuan, Feminisme, dan Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Judul asli : Islam The Choice of Thingking Women</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penulis : Ismail Adam Patel</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penerbit : Pustaka Thariqul Izzah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penterjemah : Abu Faiz</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun terbit : September 2005</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tebal buku : XVIII + 157</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada segelintir orang yang menuduh Islam sebagai agama yang menindas perempuan. Menurut mereka Islam membuat perempuan menjadi gologan kelas dua (setelah laki-laki). Buktinya laki-laki boleh berpoligami, laki-laki mendapat warisan dua kali lebih besar dari perempuan plus bukti-bukti lain yang kadang kala justru tidak diajarkan Islam. Padahal jika kita melihat perempuan dalam bingkai sejarah, Islam memiliki peran yang besar dalam pembebasan perempuan.<span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bab pertama buku ini mengulas kedudukan perempuan sepanjang sejarah. Sejarah kelam penindasan wanita pada berbagai peradaban sebelum peradaban Islam seperti pada peradaban Yunani dan Romawi, peradaban Yahudi, Hinduisme, Arab sebelum Islam (jahiliyah), Eropa, agama Nasrani, dan sejarah masyarakat Inggris. Saat itu wanita dijadikan golongan kasta terendah dalam penggolongan manusia. Lucunya bahkan sampai ada perdebatan panjang mengenai apakah perempuan itu manusia atau bukan(!!?).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bab selanjutnya memperlihatkan potret buram keadaan perempuan saat ini. Perempuan menjadi objek eksploitasi masyarakat barat yang memiliki budaya <em>laissez faire</em>. Kisah sedih ini justru merupakan buah ‘pembebasan’ feminisme. ‘Pembebasan’ yang malah menghasilkan angka yang tinggi pada pembunuhan janin, prostitusi, pemerkosaan, perceraian dan <em>single parent </em>(baca: <em>single mother</em>). Penindasan kuno yang tetap lestari dalam kemasan baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu pada bab ketiga dibahas ajaran Islam mengenai peran, kedudukan, dan integritas kaum perempuan. Bagian inilah yang akan menjawab berbagai tuduhan terhadap Islam mengenai wanita. Seperti masalah kesetaraan perempuan dalam urusan spiritual, masalah perkawinan, masalah poligami, masalah perceraian, masalah kesopanan dan masalah ekonomi (termasuk di dalamnya masalah warisan).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemuliaan perempuan dalam Islam setidaknya bisa kita ketahui dengan bagaimana Islam menempatkan posisi seorang ibu. Dalam Islam seorang anak yang mesti patuh pada kedua orang tuanya, namun ketaatan kepada ibu harus didahulukan. Hadits yang populer yang juga dikutip buku ini menyebutkan bahwa pelayanan terbaik seorang anak didahulukan kepada ibunya tiga kali dibanding kepada ayahnya. Bahkan pada hadits lain disebutkan bahwa surga terletak di telapak kaki ibu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di bab terakhir diulas mengenai konsep dan teori dari beberapa gerakan feminis seperti gerakan feminisme marxis, feminisme liberal, feminisme radikal, dan liberalisasi seksual yang sebenarnya tidak memuaskan akal dan tidak sesuai dengan fitrah manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang membuat buku ini menarik, misalnya pada bab kedua mengenai kondisi yang dialami perempuan di barat memuat angka-angka statistik yang mengejutkan yang membuat buku ini <em>greget</em> untuk terus dibaca.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Misalnya tentang pemerkosaan, “<em>Amerika Serikat, negara yang memproklamirkan dirinya sebagai negara terbesar yang menjamin hak-hak asasi manusia, ternyata negara dengan angka pemerkosaan tertinggi di dunia. Angka pemerkosaan di AS mencapai 4 kali lipat angka pemerkosaan di Jerman, 18 kali lebih besar dari angka pemerkosaan di Inggris, dan hampir 20 kali lipat angka pemerkosaan di Jepang. Di negara bagian Utah saja, angka pemerkosaan mencapai 44,6 per 100.000 jiwa penduduk. Pada tahun 1995, 2.071 anak-anak di Utah yang berusia di bawah 18 tahun menjadi korban penganiayaan seksual; 633 di antaranya adalah anak-anak berumur kurang dari 6 tahun. Angka statistik nasional menunjukkan, bahwa 1,3 perempuan diperkosa tiap menitnya di AS. Ini berarti 78 pemerkosaan setiap jamnya, atau 1.872 pemerkosaan tiap harinya, atau 683.280 pemerkosaan setiap tahunnya!</em>”(hal. 23)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Juga masih banyak angka-angka lain yang akan membuat para pengagum feminisme akan menyesal. Angka-angka tersebut memang angka-angka lama karena di Inggris, dari tempat asalnya, buku ini diterbitkan tahun 1997. Namun apakah saat ini angka-angka tersebut akan turun? Peresensi yakin angka-angka tersebut malah akan terus naik. Selain itu, analisis yang tajam mengenai angka-angka tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini mungkin bisa jadi penjelasan mengapa tujuh dari sepuluh orang barat yang masuk Islam adalah perempuan. Tema-tema yang dipilih plus judul asli dari buku ini “<em>Islam The Choice of Thinking Women</em>” membuat peresensi berkesimpulan buku ini bertujuan menawarkan Islam ke kalangan perempuan khususnya para feminis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buku ini kalau tidak bisa membuat para pejuang feminisme berubah menjadi pejuang Islam setidaknya dapat membungkam tuduhan-tuduhan mereka terhadap Islam.[]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanbook.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanbook.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanbook.wordpress.com&amp;blog=6544785&amp;post=3&amp;subd=irfanbook&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanbook.wordpress.com/2009/02/11/wanita-dalam-islam-dan-feminisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb34697cc9a2013919e6bce90ceee545?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
